Minggu, 14 Juni 2009

Membudayakan Emosi dan Pembersihan Aura


Emosi bukan sesuatu yang harus kita musuhi. Tanpa emosi, memang kita dapat menghapuskan rasa benci dari muka bumi, namun kita juga akan ikut melenyapkan cinta dari hati manusia. Emosi membuat kita gusar, marah, gelisah, kecewa, namun emosi juga yangmembuat seseorang menjadi setia, jujur dan lain sebagainya.
Bagaimana mengendalikan emosi dan membudayakannya merupakan seni. Pada dasarnya manusia adalah pembosan dan ia menjadi pembosan karana perkembangan lapisan kesadaran emosionalnya yang telah mencapai tingkat cukup tinggi. Emosi selalu mengalami pasang surut dan itu yang menyebabkan seseorang cepat bosan dengan suatu keadaan. Bayangkan: seekor anjing diberi daging setiap hari; ia tidak akan mengeluh. Kucing diberi susu setiap hari ia pun tidak akan mengeluh. Tetapi manusia, ia akan menjadi bosan. itulah sebabnya manusia bisa berkembang. Perkembangan keperibadian hanyamungkin dalam diri manusia. Ia lahir sebagai anak biasa, tetapi ia dapat menjadi seorang seniman. Ia masih dapat diolah lagi. Seekor katak lahir sebagai katak dan akan mati sebagai katak pula Ia tidak punya harapan lain. lain halnya dengan manusia.
Dalam latihan ini, pertama-tama kita memberikan relaksasi kepada Stress-Points sekitar leher dan pundak. Dalam keadaan tegang, sering sekali kita merasa pegal disitu dan biasanya kita menggunakan minyak angin dan sebagainya.
Berikutnya, Menggunakan suara-suara. Ada tiga suara utama yaitu: Keluarkan suara aaaaaaaaa. Bukan seperti "A" dalam kata "Apel" tetapi seperti "E" dalam "apEL" lalu suara uuuuuuuuu, dan mmmmmmmm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar